FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PITYRIASIS VERSICOLOR PADA SANTRIWATI SMP IT ABU HURAIRAH MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.59981/w6my4k11Keywords:
personal hygiene, pengetahuan, sanitasi, hunian¸pityriasis versicolor, santriwatiAbstract
Pityriasis Versicolor adalah Infeksi jamur disebabkan oleh Mallasezia furfur yang dengan gejala yang tidak mengganggu sehingga banyak dari penderita mengabaikan untuk melakukan pemeriksaan dan mengobatan. Pityriasis versicolor banyak ditemukan di lingkungan pesantren sebab dilihat dari lingkungan pesantren yang kurang bersih, pengetahuan santri mengenai pityriasis versicolor yang terbatas sehingga angka penyebaran kejadian pityriasis versicolor di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya pityriasis versicolor pada santriwati SMP IT Abu Hurairah Mataram. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Dilakukan di SMP IT Putri Abu Hurairah Mataram pada tanggal 27 Oktober 2022. Sampel penelitian sebanyak 164 santriwati, dengan teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji statistic Chi-Square dengan alternatif uji Fisher Exact Analysis. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan pada variabel personal hygiene dengan pityriasis versicolor didapatkan nilai p-value 0,023 (p-value < 0,05), dan variabel hunian padat dengan pityriasis versicolor didapatkan nilai p-value 0,048 (p-value < 0,05). Pada penelitian ini juga menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan pada variabel pengetahuan dengan pityriasis versicolor didapatkan p-value 0,068 (p-value> 0,05) dan variabel sanitasi lingkungan dengan pityrasis versicolor didapatkan p-value 0,202 (p-value> 0,05). Dapat simpulkan terdapat hubungan antara personal hygiene dan hunian padat dengan pityriasis versicolor sedangkan pengetahuan dan sanitasi lingkungan tidak berhubungan.
Downloads
References
Desmawati, Dewi, A. P., & Hasanah, O. (2015). Hubungan personal dan Sanitasi Lingkungan dengan Pityriasis Versikolor Di Pondok Pesantren Al-Kaustar Pekanbaru. Jom, 2(1).
Fahlevi, M. R. (2019). Hubungn Perilaku Personal Hygiene dan Kepadatan Hunian Terhadap Penyakit Pityriasis Vericolor Pada Santri Di Pondok Pesantren Qodratullah Langkan Kabupaten Banyuasin.
Febriyanti. (2017). Hubungan Tingkat Kebersihan Diri Dengan Kejadian Pityriasis Versicolor Pada Anak-Anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Medan Labuham. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, 1(3), 88.
Gupta, A. K., & Foley, K. A. (2015). Antifungal treatment for pityriasis versicolor. Journal of Fungi, 1(1), 13–29. https://doi.org/10.3390/jof1010013
Hidajat, D., Hapsari, Y., & Hendrawan, I. W. (2017). Karakteristik Penyakit Kulit pada Geriatri Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode 2012-2014. Jurnal Kedokteran Unram, 6(4), 7–13.
Mikrobiologi, B., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2016). Pitiriasis Versicolor Ditinjau Dari Aspek Klinis Dan Mikrobiologis Pityriasis Versicolor , The Clinical And Microbiological Aspect. 1, 432–435.
Natalia, D., Rahmayanti, S., Nazaria, R., & Parasitologi, D. (2018). Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir. Jurnal CDK-260, 45(1), 7–10.
Nazaria, R., Natalia, D., Rahmayanti, S., Parasitologi, D., Studi, P., Dokter, P., Untan, F. K., Mikrobiologi, D., Studi, P., Dokter, P., & Untan, F. K. (2017). Hubungan Pengetahuan mengenai Pityriasis Versicolor dan PHBS dan Kejadian Pityriasis Versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Program Studi Pendidikan Dokter , FK UNTAN Pityriasis versicolor atau dikenal sebagai panu , merupakan peny. 3(November), 922–931.
Patmawati, P., & Sumardi, S. (2020). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Hygiene Perseorangan Santri Di Pondok Pesantren. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 9(2), 180. https://doi.org/10.31596/jcu.v9i2.599
Putri, T. Y. (2019). Hubungan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Pityriasis Versicolor di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Kota Medan. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammmadiyah Sumatera Utara, 8(5), 67.
Rani Prastian. (2018). Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Penyakit Kulit Pityriasis Versicolor Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Skripsi STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun, 26–29.
Sihombing, M. A. (2017). Uji Efektivitas Antijamur Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Malassezia furfur Secara In Vitro. Journal of Chemical Information, 8–27.
Sitorus, N. F. D. H. (2020). Gambaran Kejadian Pityriasis versicolor Pada Santri di Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Kota Palembang Tahun 2020.
Soleha, T. U. (2016). Pitiriasis Versicolor Ditinjau Dari Aspek Klinis dan Mikrobiologis. 2017, 7–27.
Tumilaar, J., Suling, P. L., & Niode, N. J. (2019). Hubungan Higiene Personal terhadap Kejadian Pitiriasis Versikolor pada Mahasiswa Laki-laki Fakultas Kedokteran Unsrat. E-CliniC, 7(1), 40–45. https://doi.org/10.35790/ecl.v7i1.23537
Widyawati, Prasetyowati, & Subakir. (2017). Kajian Mengenai Jenis Spesies Malassezia Dan Warna Lesi Pitiriasis Versikolor. Media Medika Muda, 2(3), 165–168.
Wulan, A. J., Sumekar, D. W., Mutiara, H., & Iyos, R. N. (2015). Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Aktif di dalam Pencegahan Penyakit Jamur Pada Kulit Kepala Santri di Pondok. JMP Ruwa Jurai, 1(1), 52–56.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.



