HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN RIWAYAT SESAR DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU POST PARTUM DI RSUD KOTA MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.59981/swp27421Keywords:
usia, paritas, riwayat sesar, retensio plasentaAbstract
Retensio plasenta merupakan terlambat lahirnya plasenta hingga melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir. Faktor predisposisi terjadinya retensio plasenta yaitu jarak kehamilan, riwayat manual plasenta, anemia, partus lama, pre eklamsia, kehamilan bayi kembar serta usia, paritas dan riwayat sesar atau bekas seksio sesarea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, dan riwayat sesar dengan kejadian Retensio Plasenta pada Ibu post partum di RSUD Kota Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Mataram pada bulan November-Desember 2022. Sampel penelitian sebanyak 85 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kolerasi chi-square. Batas nilai signifikasi adalah (p-value < 0,05).
Nilai prevalensi usia tidak beresiko pada responden terdapat 49 orang (57,6%). Nilai prevalensi Paritas Multipara pada responden terdapat 52 orang (61,1%). Nilai prevalensi yang memiliki riyawat sesar pada responden terdapat 47 orang (55,2%). Nilai prevalensi yang mengalami retensio plasenta pada responden terdapat 55 orang (64,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian retensio plasenta nilai p-value 0,009 (p-value < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian retensio plasenta nilai p-value 0,043 (p-value < 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat sesar dengan kejadian retensio plasenta nilai p-value 0,468 (p-value > 0,05). Terdapat hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian retensio plasenta, dan tidak terdapat hubungan antara riwayat sesar dengan kejadian retensio plasenta pada ibu post partum di RSUD Kota Mataram.
Downloads
References
Abdurradjak, K., Mamengko, L. M., & Wantania, J. J. E. (2016). Karakteristik kehamilan dan persalinan pada usia <20 tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kand ou Manado periode 1 Januari 2013–31 Desember 2014. E-CliniC, 4(1), 484–489.
Achebe MM, Gafter-Gvili A. (2016). How treat anemia in pregnancy: iron, cobalamin and folate. The American Society of Hematology.1-36.
Agustin Dwi Syalfina dkk, (2021), Manajemen Kebidanan Pada Ibu Bersalin Dengan Retensio Plasenta, Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 7 (2). Oktober 2021: 150-161.
Amelia, Sylvi Wafda N. 2019. Asuhan Kebidanan Kasus Kompleks Maternal & Neonatal. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. 304 hlm, 24 cm. ISBN/ISSN: 979-602-376-242-2.
Aminah, Iin Fitriani. (2017). Hubungan Umur, Paritas, dan Anemia dengan Kejadian Retensio Plasenta. AKBID La Tansa Mashiro, Rangkasbitung. Jurnal Obstretika Scientia. ISSN : 2337-6120.
Asif Yuliyati, dkk. (2018). Beberapa Faktor Kejadian Perdarahan Post partum Ibu Bersalin yang Dirawat Di Rumah Sakit. Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Diponegoro. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. Jurnal, 3 (1), 7-17, februari 2018.
Arief, Rachman, A,. (2021). Hubungan Antara Paritas dengan Kejadian Perdarahan Post Partum. JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 10 (1), p-ISSN: 2354-6093, 326-331.
Bobak, Lowdermilk, Jense. 2016. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC
Budiman, D. M. (2017). Perdarahan Post Partum Dini e.c Retensio Plasenta‟, Jurnal Medula Unila, 7(3), pp. 6–10.
Cintania, B. (2020). Gambaran Kejadian Perdarahan Post partum Berdasarkan Paritas dan Anemia. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 1-53.
Cunningham, dkk. 2015. Obstetri Williams ed. 23 volume. 1. Jakarta: EGC. 2016. Obstetri Williams ed. 23 volume. 2. Jakarta: EGC
Darmayanti. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Retensio Plasenta Di RSUD Dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin. Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. ISSN : 2442-4986. Jurnal, 1 (2).
Depkes RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Di akses pada tanggal14 Juli 2021 dari http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin /infodati n-ibu.pdf. 1-502.
Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (2016). Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2015. Mataram; 2016.
Dinas Kesehatan Pemerintah Lombok Timur. (2021). Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur 2020. Dinkes Lombok Timur. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2021 dari https://dinkes.lomboktimurkab.go.id/semua-download.html.
Fahira, A., Rahman A., Herman Kurniawan. (2019). Faktor Resiko Kejadian Pendarahan Post Partum. Jurnal Kesehatan, 18 (4).
Harahap, U. M. (2016). Hubungan Usia Dengan Kejadian Retensio Plasenta Pada Ibu Bersalin Di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Tahun 2015-2016‟, Jurnal Kesehatan dan Sains Terapan STIKes Merangin, 2(2), pp. 12–21. ISSN: 2581-219X, 150-161.
Harumi, A. M., & Kasiati, K. (2018). Usia Resiko Tinggi dan Perdarahan Post Partum. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), 3(2), 91.
Henny Lathifatuzzahro, dkk. (2020). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Retensio Plasenta pada Ibu Bersalin. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Kediri, Indonesia. Jurnal Kebidanan 9 (2). P-ISSN : 2302-3082, E-ISSN : 2657-1978.
Heryana, A. (2020). UJI CHI-SQUARE. Prodi Kesehatan Masyarakat FIKES Universitas Esa Unggulan, 2(7), 3–4.
Intiyaswati, Puput pramesti. (2021). Hubungan Usia dan paritas ibu dengan kejadian Retensio Plasenta di PMB sari Surabaya. Jurnal, 10 (1)
Istri Yuliani. (2020). Faktor Resiko yang Berhubungan dengan kejadian Retensio Sisa Plasenta pada Ibu Bersalin di Praktik Mandiri Bidan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta. 220-229.
Kementrian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses pada tanggal 10 Juli 2021 dari https://pusdatin.kemkes. go.id/Profil-Kesehatan-indonesia2019.pdf.480 hlm.
Kristianingsih, A., Mukhlis, H., & Ermawati, E. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Perdarahan Post Partum di RSUD Pringsewu. Wellness And Healthy Magazine, 1(2), 139–149.
Kurniawan, R., & Melaniani, S. (2019). Hubungan Paritas, Penolong Persalinan dan Jarak Kehamilan dengan Angka Kematian Bayi di Jawa Timur. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 7(2), 113
Kusumastuti, S. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Retensio Plasenta Di Rsud Kota Yogyakarta. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta. http://poltekkesjogja.ac.id. 1-66 hlm.
Lestari, M., Mulawardhana, P., & Utomo, B. (2020). Faktor Risiko Kejadian Retensio Plasenta. Pediomaternal Nursing Journal, 5(2), 189.
Lusiana Berampu. (2018). Faktor Yang Berhubungan Dengan Retensio Plasenta Pada Ibu Bersalin Di Rsud Sidikalang Kabupaten Dairi Tahun 2018. Program Studi D4 Kebidanan Fakultas Farmasi Dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia Medan 2018. 1-78.
Manuaba. (2016). Ilmu Kebidanan Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi. Bali: Graha Cipta.
Maryam, J., A., dkk. (2018). Hubungan Antara Paritas dan Umur Ibu dengan Kejadian Pendarahan Post Partum di RSUD Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017. Kendari Health Ministry Polytechnic Department of Midwifery.
Moulana, F., Martadiansyah, A., & Liberty, I. A. (2019). Risk Factors of Post partum Hemorrhage in Rsup Dr. Mohammad Hoesin. Jurnal Kedokteran Sriwijaya, 51(2), 63–72.
Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Novikova. (2016). Tranexamic acid for preventing post partum haemorrhage. Summary Of Findings For The Main Comparison. Jurnal review (6). 510-523.
Okta Vitriani, dkk. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Retensio Plasenta Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2017. Jurnal Ibu dan Anak. 7 (1), 36 – 45.
Salma Kusumastuti, dkk. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Retensio Plasenta Di RSUD Kota Yogyakarta Tahun 2013-2017. Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta. 1-78.
Sebghati M, Chandraharan E. (2017). Risk Factors For and Management of Obstetric Haemorrhage. Women’s Heal.;13(2):34– 40
Sholihah, & Saputri, D. W. I. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum SC (Sectio Caesarea) Dengan masalah Keperawatan Nyeri Akut Si Ruang Siti Walidah Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo. 1–34. http://eprints.umpo.ac.id/5038/
Simanjuntak, L. (2020). Perdarahan Post partum (Perdarahan Paskasalin). Jurnal Visi Eksakta, 1(1), 1–10.
Sitti, K. (2011). Gambaran Angka Kejadian Retensio Plasenta di RSIA Siti Fatimah Makassar. Fakultas Ilmu Kesehatan Alauddin Makassar.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta. ISBN: 978-602-9328-06-6, ISBN: 978-602-9328-06-6, 812 hlm.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. 546 hlm.
Susiana, S. (2019). Angka Kematian Ibu :Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya. Jurnal Bidang Kesejahteraan Sosial Info SIngkat 11(24), 13-18.
Wiknjosastro, G. H. 2010 Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Wiwid Widuri, dkk. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Retensio Plasenta Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2020. Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. 1-58.
Yadul Ulya, dkk. 2021. Jurnal Vol. 4 No.1. Faktor Umur dan Paritas terhadap Kejadian Retensio Plasenta. STIKES Yarsi Mataram, Prodi Kebidanan Program Sarjana. Mataram : Indonesian Journal of Midwifery (IJM). ISSN : 2656-1506 (Cetak), ISSN : 2615-5095 (Online).
Zulfi, M., Fachir, K., Noor, M. S., Nizomy. (2020). Hubungan Antara Usia Ibu Dan Paritas Dengan Kejadian Perdarahan Pasca-Salin Di Rsud Ulin Banjarmasin Periode Januari 2018 – Juni 2019. Jurnal Kedokteran, 3(3), 447–454.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.



