PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA SCREENING GANGGUAN BAHASA DAN BICARA PADA ANAK – ANAK
DOI:
https://doi.org/10.59981/xfbjb116Keywords:
Screening Gangguan Bahasa dan BicaraAbstract
Bahasa dianggap sebagai cara terbaik untuk menyampaikan pikiran dan perasaan, baik yang konkrit maupun abstrak, karena bahasa adalah alat ucap manusia yang menghasilkan bunyi. Keterlambatan berbicara adalah gangguan berbahasa yang menyebabkan anak merasa sulit berbicara atau kurang jelas mengatakan apa yang ingin mereka katakan kepada orang lain. Meskipun kelainan atau kerusakan pada bagian otak manusia dapat menyebabkan gangguan berbahasa, tuturan adalah bagian penting dari proses berbahasa yang menyempurnakan alat ucap untuk menyampaikan ide-ide yang telah diproses dalam otak. Metode pengabmas meliputi proses persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap perencanaan, dilakukan penjajagan dan identifikasi masalah di desa Sroyo. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan dan pelatihan kader kesehatan di desa Sroyo, yang terdiri dari 30 kader yang hadir. Tahap evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader kesehatan setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan pengabmas di Kecamatan Jaten. Hasil penyuluhan kader kesehatan di desa Sroyo, Kec. Jaten diikuti oleh para kader kesehatan (posyandu) dengan perserta rata-rata berjanis kelamin perempuan sebanyak 35 orang (70%), sedang rerata usia 41-50 tahun (60%), untuk rata-rata jenjang pendidikan SLTA sebanyak 15 orang (30%), sedangkan rata-rata pekerjaan adalah karyawan sebanyak 30 orang (60%). Tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang screening gangguan bahasa dan bicara meningkat, dengan skor rata-rata 1.7600 sebelum dan 2.8800 setelah tes. Ini menunjukkan bahwa kader kesehatan memiliki pengetahuan yang lebih baik sebelum dan setelah penyuluhan. Penyelenggaraan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan pada kader kesehatan di desa Sroyo, Kec Jaten dilakukan oleh tenaga terlatih dari Jurusan Terapi wicara kepada kader kesehatan sangat diperlukan agar hasil penyuluhan ini berhasil optimal.
Downloads
References
Amanda, R. P., & Aulia, R. (2023). Analisis Keterlambatan Berbicara pada Anak Berusia 6 Tahun. Anufa, 1(2), 218–226.
Buteikienė, A. (2008). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. 管理现代化, 61–64.
Mawarda, F. (2021). Analisis gangguan berbahasa pada penderita cadel (kajian psikolinguistik). Lingua, 17(1), 44–52.
McLaughlin, M. R. (2011). Speech and language delay in children. American Family Physician, 83(10), 1183–1188.
Mulyani, A. N., & Siagian, I. (2023). Analisis Faktor - Faktor Penyebab Gangguan Berbicara Pada Anak. Pena Literasi, 6(2), 220. https://doi.org/10.24853/pl.6.2.220-227
Muzaiyanah. (2017). Gangguan Berbahasa. UIN MALIKI PRESS (Anggota IKAPI), 238.
Sutanto, A. V., & Nurhidayah, L. R. (2025). Keterlambatan Perkembangan Bahasa Bicara Pada Anak Dengan Kasus Stunting Di Kampung Klaseman , Kelurahan Tonggalan , Kota Klaten. 01(02), 79–83.
Ulfa, M., Septiyana H, V. E., & Suprihatini T, M. Y. (2023). Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Kader Terhadap Penatalaksanaan Posyandu Jiwa. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(2), 499–506. https://doi.org/10.26751/jikk.v14i2.2036
William Surya Hartanto. (2018). Deteksi keterlambatan bicara dan bahasa pada anak. Cermin Dunia Kedokteran, 45(7), 545–266. http://www.child-encyclopedia.com/sites/default/files/textes-experts/en/622/early-identification-of-language-delay.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Medika Mengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.


