PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN ARTIKULASI MELALUI LATIHAN ORAL MOTOR EXERCISE
DOI:
https://doi.org/10.59981/j46fj956Keywords:
pemberdayaan kader kesehatan, gangguan artikulasi, oral motorAbstract
Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi sarana penyampaian pesan, maksud, dan kebutuhan. Kelancaran komunikasi dipengaruhi oleh kejelasan bahasa, intonasi, serta ketepatan bunyi tutur. Ketidakjelasan berbahasa dapat menimbulkan gangguan komunikasi, salah satunya gangguan artikulasi. Gangguan ini ditandai dengan penggantian bunyi, hilangnya bunyi tertentu, atau perubahan produksi suara secara keseluruhan. Anak yang aktif dan banyak berinteraksi pun tetap berisiko mengalami gangguan artikulasi, yang dapat menghambat kemampuan mereka menyampaikan kebutuhan dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan PkM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Kader Kesehatan serta masyarakat Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, mengenai pencegahan gangguan artikulasi melalui latihan Oral Motor Exercise. Sasaran kegiatan meliputi kader kesehatan, orang tua bayi dan balita, serta masyarakat yang peduli pada anak disabilitas. Penyuluhan dilakukan secara tatap muka menggunakan instrumen berupa kuesioner berisi 10 pertanyaan untuk mengukur pemahaman materi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (66,67%). Setelah penyuluhan, mayoritas mencapai kategori baik (87,33%). Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 3,10 menjadi 7,97 pada post-test. Analisis korelasi menghasilkan nilai p=0.000 yang menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan dan hubungan positif terhadap efektivitas penyuluhan. Penyuluhan mengenai pencegahan gangguan artikulasi melalui Oral Motor Exercise terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Demakan. Peningkatan nilai pre-test ke post-test dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa intervensi ini penting untuk mendukung deteksi serta pencegahan dini gangguan artikulasi pada anak.
Downloads
References
Abdul Majid. (2022). Komunikasi dan Keterampilan Berbicara. Jakarta: Prenada Media.
Afifah et al, (2021). Gangguan Artikulasi pada Anak Usia 5-6 Tahun. Muallimun: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keguruan, 1(2), 121-140. https://doi.org/10.23971/muallimun.v1i2.3970
Afifah, N. (2021). Analisis Kesalahan Pengucapan Bunyi Bahasa pada Anak Usia 5–6 Tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 55–63.
American Speech-Language-Hearing Association. (2022). Speech Sound Disorders. ASHA Publications.
Anggraini, N. (2021). Peranan orang tua dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 7(1), 43-54.
Arvedson, J., & Brodsky, L. (2019). Pediatric Swallowing and Feeding: Assessment and Management. Plural Publishing.
ASHA. (2020). Speech Sound Disorders: Articulation and Phonology. American Speech-Language-Hearing Association.
Clark, H. M. (2017). Neuromuscular treatments for speech and swallowing: A review. Seminars in Speech and Language, 38(01), 018–025.
Damayanti, R., dkk. (2025). Gangguan Artikulasi Pada Individu yang Mengalami Disartria (Perspektif Neurolinguistik). Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10 (1), 99-108 |101
Dina A.R, dkk, 2025, Optimalisasi Peran Guru dan Orang Tua dalam Menangani Gangguan Artikulasi Anak Usia Dini 5-6 Tahun. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Volume 3, Nomor 2, Maret 2025, P 479-484 e-ISSN: 2986-6340. DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.15064866
Duffy, J. R. (2020). Motor Speech Disorders: Substrates, Differential Diagnosis, and Management (4th ed.). Elsevier.
Fitriana, Y., & Sari, D. P. (2019). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kader dalam upaya promotif dan preventif. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 112–120.
Goldman, R., & Fristoe, M. (2015). Goldman–Fristoe Test of Articulation–3 (GFTA-3). Pearson.
Hodson, B. W., & Paden, E. P. (2019). Phonological Assessment and Intervention. Pro-Ed.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Kecamatan Mojolaban dalam Angka 2024, Valume 25, 2024. Katalog BPS : 1102001.3311080. Diterbitkan oleh ©BPS BPS Kabupaten Sukoharjo.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.
Kent, R. (2021). The Science of Speech Development. Plural Publishing.
Lof, G. L., & Watson, M. M. (2010). Five reasons why nonspeech oral motor exercises do not work for (most) children with speech sound disorders. American Journal of Speech-Language Pathology, 17(4), 134–143.
Marginingsih, E., & Rosidin, U. (2023). Keterampilan Berbicara dalam Proses Komunikasi. Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 5(1), 23–31.
Moleong, L. (2018). Fonetik dan Fonologi Bahasa Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyani A.N & Siagian.I, 2023, Analisis Faktor - Faktor Penyebab Gangguan Berbicara Pada Anak. PENA LITERASI Jurnal pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia. Website https://jurnal.umj.ac.id/index.php/penaliterasi
Murphy, C. F., Pagan-Neves, L. O., Wertzner, H. F., & De Andrade, C. R. F. (2017). Early intervention and speech outcomes in children with articulation disorders. Journal of Communication Disorders, 66, 1–10.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta
Owens, R. (2016). Language Development: An Introduction (9th ed.). Pearson.
Paul, R., & Norbury, C. F. (2012). Language Disorders from Infancy through Adolescence (4th ed.). Elsevier.
Rahmi T.N dan Septian W, 2023. Efektivitas Pendekatan VAK dalam Meningkatkan Kemampuan Artikulasi Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. ISSN: 2549-8959 (Online) 2356-1327 (Print). Volume 7 Issue 2 (2023) Pages 2188-2201. DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4302
Rifkin, S. B. (2014). Examining the links between community participation and health outcomes: A review of the literature. Health Policy and Planning, 29(suppl_2), ii98–ii106.
Saragih, S. (2021). Efektivitas pelatihan berbasis praktik dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 45–53.
Searle, J. (2010). Making the Social World: The Structure of Human Civilization. Oxford University Press.
Shriberg, L., & Kwiatkowski, J. (2020). Childhood speech sound disorders. Journal of Speech, Language, and Hearing Research, 63, 7–30.
Sudarman, Gunawan, Nugroho S. Aditya D, (2025), Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Screening Gangguan Bahasa Dan Bicara Pada Anak, Jurnal Medika Mengabdi. https://doi.org/10.59981/xfbjb116
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Susanto, A., & Yuniarti, T. (2020). Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(3), 210–218.
Turnbull, J. (2013). The Oxford Handbook of Speech Production. Oxford University Press.
World Health Organization. (2018). Guideline on community-based health care in the context of primary health care. WHO.
Yafie, E., Giavarini, I., & Maulidia, L. N. (2020). Stimulating strategy children experiencing late language emergence (LLE) during pandemic Covid-19. 2nd Early Childhood and Primary Childhood Education (ECPE 2020), 193–197. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201112.034
Yorkston, K., Miller, R., & Strand, E. (2010). Management of Motor Speech Disorders in Children and Adults. Pro-Ed.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Mengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.


