FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA PELAKU WIISATA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENINTING TAHUN 2020-2021

Authors

  • Lalu Afrial Imam Anugrah Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Author
  • Icha Aisyah Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Author
  • Nyoman Cahyadi Tri Setiawan Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Author
  • I Gede Angga Adnyana Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Author

DOI:

https://doi.org/10.59981/y6k33131

Keywords:

Infeksi Menular Seksual, IMS, Faktor Risiko IMS, Pelaku Wisata, Puskesmas Meninting

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain, dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan jamur. IMS dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, dan oral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis faktor risiko yang berhubungan dengan IMS pada pelaku wisata di wilayah kerja Puskesmas Meninting tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 184 data rekam medis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kolerasi Chi-Square. Hasil dari penelitian pada karakteristik sampel didominasi usia ≥ 18 tahun (88,6%), berjenis kelamin perempuan (77,7%), berpendidikan rendah (66,3%), dan berstatus tidak kawin (79,3%). Sampel terjangkit IMS (68,5%) dengan jenis IMS terbanyak adalah Servisitis (40,5%). Pada analisis bivariat didapatkan hasil usia (p=0,029; PR=2,71), jenis kelamin (p=0,000; PR=4,52), tingkat pendidikan (p=0,028; PR=6,44), dan status perkawinan (p=0,438). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan IMS sedangkan status perkawinan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan IMS.    

Downloads

Download data is not yet available.

References

Puspita, L. (2017). Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seksual. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 31–44.

Daili, S. F., & Zubier, F. (2018). Tinjauan Infeksi Menular Seksual (I.M.S). In Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (7th ed.). Badan Penerbit FKUI.

Departemen Kesehatan. (2010). Survei Terpadu Biologis dan Perilaku.

Dewi, S. K., dkk. (2013). Kerentanan Perempuan Terhadap Penularan IMS dan HIV: Gambaran Perilaku Seksual Berisiko di Kota Denpasar. Public Health and Preventive Medicine Archive, 1(1).

Dikes. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019. Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019, 1–85.

Diniarti, F., Felizita, E., & Hasanudin. (2019). Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Infeksi Menularseksual di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Tahun 2018. Journal of Nursing and Public Health, 7(1), 52–58. https://doi.org/https://doi.org/10.37676/jnph.v7i1.785

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. (2016). Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. In Kesmas: National Public Health Journal.

Duarsa, D. dkk. (2021). Buku Ajar Penelitian Kesehatan.

Hapsari, Y., Hidajat, D., Setyorini, R., & Hartati, F. (2019). Prevalensi dan Faktor Risiko Highrisk HPV Pada Inspeksi Visual Asam Asetat Positif Di Mataram NTB. Jurnal Kedokteran, 8(2).

Kemenkes RI. (2013). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014.

Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019.

Nirmalasari, N. P., Adiguna, M., & Puspawati, N. M. (2018). Prevalensi dan Karakteristik IMS di Klinik Anggrek UPT Ubud II pada Bulan Januari - Desember 2016. E-Jurnal Medika Udayana, 7(4), 169–175. http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Puspita, L. (2017). Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seksual. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 31–44.

Refti, W. G. (2018). Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) di Klinik Voluntary Counseling Test (VCT). Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 47–60. https://doi.org/10.30604/jika.v3i1.81

Soenardi, A., & Mawardi, P. (2019). Hubungan Antara Kadar CD4+ Dengan Angka Kejadian Infeksi Menular Seksual Pada Pasien HIV/AIDS. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin, 31(2).

Sridana, M., & Indrayani, A. (2016). Karakteristik Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Puskesmas di Denpasar Selatan periode Januari-Juni Tahun 2012. E-Jurnal Medika Udayana, 3(12).

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitiatif dan R&D. Alfabeta Bandung.

Suseno, M. R., & Imani, R. D. S. (2020). Determinan Hasil IVA Positif di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Meninting Lombok Barat. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan), 7(1), 221–230. https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1

Tuntun, M. (2018). Faktor Resiko Penyakit Infeksi Menular Seksual ( IMS ). 9(November), 419–426.

WHO. (2021). Sexually transmitted infections (STIs).

Widyanthini, D., Kurniasari, N. M. D., & Widyanthari, D. M. (2019). Kejadian Infeksi Menular Seksual di Kota Denpasar Tahun 2016. Buletin Penelitian Kesehatan, 47(4), 237–244. https://doi.org/10.22435/bpk.v47i4.2117

Downloads

Published

28-06-2023

How to Cite

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA PELAKU WIISATA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENINTING TAHUN 2020-2021. (2023). Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences, 1(2), 138-148. https://doi.org/10.59981/y6k33131