ANALISIS AKAR PENYEBAB PERMASALAHAN PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DI APOTEK MENGGUNAKAN ROOT CAUSE ANALYSIS DAN DIAGRAM FISHBONE BERBASIS BALANCED SCORECARD

Authors

  • Sri Suwarni Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang Author
  • Wulan Kartika Sari Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Author
  • Cinthya Nisha Ristita Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Author
  • Ayu Aqillatun Nasyifah Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Author
  • Friyan Kurnia Ramanovita 5Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Author
  • Indah Aulia Azis Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Author

DOI:

https://doi.org/10.59981/msk3dv46

Keywords:

root cause analysis, fishbone diagram, balanced scorecard, pengelolaan sediaan farmasi, pelayanan kefarmasian di apotek

Abstract

Pengelolaan sediaan farmasi di apotek merupakan bagian penting dalam menjamin mutu pelayanan kefarmasian, keselamatan pasien, dan efisiensi operasional. Dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan yang kompleks dan saling berkaitan seperti keterbatasan sumber daya manusia, sistem yang belum terintegrasi, serta kendala ketersediaan obat yang berpotensi menurunkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab permasalahan dalam pengelolaan sediaan farmasi di Apotek Gemah Farma Kota Semarang menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) dengan diagram Fishbone serta mengkaitkannya dengan perspektif Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini menggunakan desain observasional kualitatif dengan pendekatan triangulasi metode melalui observasi langsung, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan telaah dokumen. Populasi penelitian adalah berjumlah 6 orang yang melakukan pengelolaan sediaan farmasi dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, coding, kategorisasi, dan penarikan tema, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah menggunakan diagram Fishbone berdasarkan aspek man, method, material, machine/system, environment, dan management. menunjukkan bahwa permasalahan bersifat multidimensional, meliputi kesalahan penulisan resep dan keterbatasan tenaga, sistem pengadaan manual dan SOP yang belum optimal, kekosongan obat, LASA, substitusi obat, ketidaksinkronan sistem elektronik, keterbatasan teknologi, kendala regulasi, keterlambatan distributor, serta kebijakan asuransi dan tekanan efisiensi biaya. Permasalahan tersebut berdampak pada penurunan efisiensi operasional, akurasi data, kualitas pelayanan, serta kepuasan dan keselamatan pasien. Integrasi RCA dan BSC menunjukkan bahwa setiap akar masalah memiliki implikasi terhadap perspektif kinerja organisasi sehingga dapat menjadi dasar strategi perbaikan yang lebih efektif menegaskan bahwa setiap akar masalah berimplikasi pada kinerja Apotek Gemah Semarang secara menyeluruh sehingga diperlukan strategi perbaikan yang sistematis dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alshammari, A., Ahmed, R., & Khan, M. (2024). Evaluation of pharmacy inventory management systems and their impact on healthcare service quality. International Journal of Pharmacy Practice, 32(1), 45–53.

Damput, F. S., & Sulistiadi, W. (2025). Implementation of Lean Six Sigma in pharmaceutical inventory control at hospitals. Jurnal Health Sains, 6(6), 1–10.

Dhurwey, S. S. (2025). AI-driven inventory management system for pharmacy supply chains. In Proceedings of the International Conference on Advances in Artificial Intelligence (ICAAAI 2025).

Ishikawa, K. (1985). What is total quality control? The Japanese way. Prentice-Hall.

Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating strategy into action. Harvard Business School Press.

Khan, T. M., et al. (2025). Medication errors associated with look-alike, sound-alike drugs in community pharmacy settings. Research in Social and Administrative Pharmacy, 21(2), 145–152.

Lee, J., Park, S., & Kim, H. (2025). Supply chain disruptions and pharmaceutical availability in healthcare systems. Healthcare Supply Chain Journal, 10(1), 33–41.

Nisa, N. N., Septiana, R., Suwarni, S., & Aditya, M. (2024). Optimalisasi biaya pengendalian obat kategori fast moving menggunakan metode EOQ dan ROQ di Puskesmas Pegandon Kendal Jawa Tengah. Jurnal Farmasi dan Manajemen Pelayanan, 8(2), 85–94.

Nguyen, T. H., Tran, L. M., & Pham, Q. T. (2024). Root cause analysis in healthcare: Application of fishbone diagram to improve service quality. Healthcare Quality Journal, 18(3), 210–218.

Pemerintah Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pemerintah Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Prasetyo, A., & Handayani, S. (2025). Digitalisasi sistem pengelolaan obat dalam meningkatkan efisiensi operasional apotek. Jurnal Manajemen Farmasi Indonesia, 14(1), 25–34.

Qardawi, Y., & Hastuti, A. S. (2025). Inventory management optimization and its impact on service quality in pharmacy chains. Maroon Journal of Management, 2(4), 209–218.

Rahmawati, D., Sari, M., & Putri, N. (2025). Pengaruh ketersediaan obat terhadap kepuasan pasien di apotek komunitas. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 12(2), 78–85.

Rasendah, R. (2025). Evaluation of pharmaceutical inventory control performance using ABC-VEN and EOQ approach. Administrative Sciences Journal, 12(1), 1–10.

Shulihah, S., Thaha, A. R., & Maududi, A. A. (2025). Analysis of the relationship between drug stockout incidents and hospital management information systems with patient satisfaction. Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 3(6), 1–10.

Sari, M., & Pratama, R. (2024). Optimasi pengelolaan persediaan obat menggunakan metode EOQ dan reorder point di apotek. Jurnal Ilmu Farmasi dan Sains, 19(1), 33–41.

Sari, W. K., et al. (2023). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di apotek wilayah Semarang Timur tahun 2022. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 4(2), xx–xx.

Suwarni, S., Septiyana, R., Gloria, F., & Uswati, U. (2024). Performance measurement using the balanced scorecard perspective of customer service and internal business processes on pharmaceutical installation performance of Kendal. Journal of Health and Pharmacy Management, 5(2), 100–110.

Smith, J., & Carter, R. (2025). Cost efficiency versus quality in pharmaceutical services: A health economics perspective. Health Economics Review, 15(1), 102–110.

Suwarni, L., et al. (2024). Penerapan Balanced Scorecard dalam meningkatkan kinerja pelayanan kefarmasian. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(3), 210–218.

Wibowo, A., Santoso, B., & Nugroho, D. (2025). Analisis pengaruh kebijakan BPJS terhadap pengelolaan obat di fasilitas kesehatan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 14(2), 95–103.

Downloads

Published

25-06-2026

How to Cite

ANALISIS AKAR PENYEBAB PERMASALAHAN PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DI APOTEK MENGGUNAKAN ROOT CAUSE ANALYSIS DAN DIAGRAM FISHBONE BERBASIS BALANCED SCORECARD. (2026). Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences, 4(2), 125-135. https://doi.org/10.59981/msk3dv46