HUBUNGAN IMT DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP HIPERTENSI PADA PENDUDUK DATARAN TINGGI DAERAH KECAMATAN SEMBALUN
DOI:
https://doi.org/10.59981/vzy7gc71Keywords:
aktivitas fisik, hipertensi, IMTAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan di dunia. World Health Organization (WHO) 2019 menunjukkan prevalensi hipertensi di dunia tinggi, yaitu sebesar 29% dengan angka mortalitas hipertensi di seluruh dunia sebesar 7,5 juta jiwa, yaitu sekitar 12,8% dari total angka kematian dan 3,7% dari jumlah total perhari. Angka hipertensi di dataran tinggi daerah Sembalun mengalami peningkatan pada tahun 2020 sebesar 42,2 %. Hipertensi dapat terjadi akibat faktor risiko yang dapat dimodifikasi, salah satunya jumlah IMT yang tinggi dan kurangnya beraktivitas. IMT yang tinggi dan kurangnya beraktivitas merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada masyarakat. Untuk mengetahui hubungan IMT dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada penduduk dataran tinggi di daerah Kecamatan Sembalun. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Data diperoleh dari pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan kuesioner. Penelitian ini dianalisis dengan Rank Spearman. Batas nilai signifikasi adalah (p-value <0.05). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden menderita hipertensi (36,0%), IMT kategori obesitas (40,0%), dan aktivitas fisik ringan (84,0%). Terdapat hubungan yang sangat kuat antara jumlah IMT yang tinggi terhadap kejadian hipertensi dengan nilai rs 0,762. Sedangkan aktivitas fisik ringan memiliki hubungan kuat terhadap kejadian hipertensi dengan nilai rs 0,541. Dan ketiga variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat dan searah., IMT dengan hipertensi memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap hipertensi, sedangkan aktivitas fisik dengan hipertensi memiliki hubungan yang kuat.
Downloads
References
Chu, D. T., & Singh, V. (2021). Obesity and hypertension in Asia: Current status and challenges. The Lancet Regional Health - Western Pacific, 15, 100243. https://doi.org/10.1016/j.lanwpc.2021.100243
Febriyani, & Putu Ratna Sundari, L. (2016). Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada perempuan. E-Jurnal Medika, 5(12), 1–5.
Fikri Amanullah. (2015) Hubungan Lama Bekerja Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kapasitas Vital Paru Petugas Spbu 34.13208 Rawamangun. Sarjana thesis, Universitas Negeri Jakarta.
Harahap, R. A., Rochadi, R. K., & Sarumpae, S. (2018). Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Dewasa Awal (18-40 Tahun) Di Wilayah Puskesmas Bromo Medan Tahun 2017. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 1(2), 68–73. https://doi.org/10.24912/jmstkik.v1i2.951
Herdiani, N. (2019). Hubungan Imt Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Gayungan Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal, 3(2), 183–189. https://doi.org/10.33086/mtphj.v3i2.1179
Kemenkes.RI. (2014). Pusdatin Hipertensi. Infodatin, Hipertensi, 1–7. https://doi.org/10.1177/109019817400200403
Kemenkes RI. (2019). Hipertensi Si Pembunuh Senyap. Kementrian Kesehatan RI, 1–5. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hipertensi-si-pembunuh-senyap.pdf
Krisnanda, M. Y. (2017). Laporan Penelitian Hipertensi. Laporan Penelitian Hipertensi, 1102005092, 18. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/3f252a705ddbef7abf69a6a9ec69b2fd.pdf
Marleni, L. (2020). Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Hipertensi Di Puskesmas Kota Palembang. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 15(1), 66–72. https://doi.org/10.36086/jpp.v15i1.464
Maros, H., & Juniar, S. (2016). Aktivitas Fisik. 1–23.
Nuraini, B. (2015). Risk Factors of Hypertension. J Majority, 4(5), 10–19.
Notoatmodjo, S. 2020. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta
Penyakit, S. P., Kesehatan, D., & Ntb, P. (2021). Sumber : Seksi Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, 2021. 1.
Rampengan, J. J. V. (2018). Tinggal Di Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah Inka A . T . Sukarno Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email : [email protected]. 1–8.
Saehu, A. (2016). Studi Perbandingan Kecepatan Denyut Nadi pada Orang yang Tinggal di Pantai dan Daerah Pegunungan. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/2619%0Ahttp://repositori.uin-alauddin.ac.id/2619/1/SKRIPSI Ahmad Saehu.PDF
Simamora, D. L., Santosa, H., & Sarumpaet, S. (2019). Pengaruh Indeks Massa Tubuh (Imt) Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Wanita Usia Subur (Wus) Di Wilayah Puskesmas Pulo Brayan Medan Tahun 2017. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 3(1), 1. https://doi.org/10.24912/jmstkik.v3i1.1538
Susanti, N., & Indonesia, M. (2020). Determinan Kejadian Hipertensi Masyarakat Pesisir Berdasarkan Kondisi Sosio Demografi dan Konsumsi Makan Determinan Kejadian Hipertensi Masyarakat Pesisir Berdasarkan Kondisi Sosio Demografi dan Konsumsi Makan Hypertension’s Determinant in Coastal Commu. January 2021.
Sudarsono, E. K. R., Sasmita, J. F. A., Handyasto, A. B., Kuswantiningsih, N., & Arissaputra, S. S. (2017). Peningkatan Pengetahuan Terkait Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan Darah pada Pemuda di Dusun Japanan, Margodadi, Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 3(1), 26. https://doi.org/10.22146/jpkm.25944
Sundari , Aulani’am , Djoko Wahono S, M. A. W. (2017). Faktor Risiko Non Genetik dan Polimorfisme Promoter Region Gen CYP11B2 Varian T(-344)C Aldosterone Synthase pada Pasien Hipertensi Esensial di Wilayah Pantai dan Pegunungan Non Genetic Risk Factor and Polymorphism of Aldosterone Synthase T(-344)C Variant. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 27(3), 169–177.
Tommy & Steven. (2019). Hipertensi Esensial: Diagnosis Dan Tatalaksana
Terbaru Pada Dewasa, CDK-274, 46(3).
World Health Organization (WHO). 2008. Waist Circumference and Waist-Hip
Ratio: Report of a WHO Expert Consultation. WHO Library Cataloging in Publication Data.
WHO (2019). A global brief on hypertension: silent killer, global public health crisis.
World Health Organization. Geneva.
Wahyuni, & Eksanoto, D. (2013). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Jenis
Kelamin Dengan Kejadian Hipertensi Di Kelurahan Jagalan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta.
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 1(1), 112–121.
Yusni Podungge, 2020. Hubungan Umur dan Tingkat Pendidikan dengan Hipertensi pada Menopause. Jurnal Of Public Health : Politeknik Kemenkes Gorontalo
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.



