IMPLEMENTASI LATIHAN PENCIUMAN (OLFACTORY TRAINING) UNTUK MENGATASI ANOSMIA PADA PASIEN DENGAN LONG-COVID: CASE REPORT
Keywords:
Long-COVID, Anosmia, Olfactory trainingAbstract
Salah satu gejala yang dialami oleh pasien Covid adalah anosmia dan keluhan ini dapat berlanjut pada pasien long Covid. Anosmia adalah ketidakmampuan indera penciuman yaitu hidung untuk merasakan atau mencium bau. Pelatihan penciuman (Olfactory training) efektif dalam pengobatan kehilangan penciuman. Untuk mengetahui efektifitas penerepan Latihan Penciuman (Olfactory training ) untuk mengatasi tanda gejala anosmia pada pasien dengan Long-COVID. Metode yang digunakan dalam penulisan yaitu case report yang dilakukan selama 3 hari dengan 20 detik dengan waktu jeda 10 detik selama 15-20 menit sebanyak 2 kali per hari. Dari studi kasus yang sudah dilakukan terdapat perbedaan pada Nn. A jarak yang digunakan 20 cm hasilnya pasien merasakan aroma yang cukup pekat, sedangkan Tn. N mampu menghirup aroma yang pekat dalam jarak 30 cm. kedua pasien dapat menghirup aroma walaupun masih dalam rentang jarak tertentu. Hasil dari intervensi yang sudah diberikan ialah terdapat perubahan yang signifikan pada pasien, kedua pasien dapat menghirup aroma walaupun masih dalam rentang jarak tertentu

