POLA PERESEPAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI KLINIK X

Authors

  • Yulia Rafitri Rizki Progam Studi Sarjana Farmasi, Universitas Medika Suherman Author

Keywords:

amlodipine, tekanan darah, obat

Abstract

Hasil Riskesdas secara nasional menunjukkan bahwa prevalensi penderita hipertensi usia ≥ 18 tahun di Indonesia terjadi peningkatan yaitu dari 25,8% menjadi 34,11%. Menurut Eighth Joint National Committee Guideline (JNC-VIII) 2014 bahwa obat antihipertensi harus dimulai, jika tekanan darah usia ≥60 tahun dengan tekanan darah ≥150/90 mmHg, usia <60 tahun dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg terus-menerus meskipun telah menjalani terapi non farmakologis dan penyakit ginjal kronik dan atau diabetes dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg. Tujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi pada Pasien BPJS di Klinik Bogor Jawa Barat. Penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan metode pengambilan data retrospektif yang diambil dari penelusuran dokumen rekam medik pada bulan Juni tahun 2021 di salah satu Klinik Bogor Jawa Barat. Sampel diambil menggunakan metode total sampling yaitu seluruh pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 46 sampel pasien hipertensi. Pada penelitian ini didapatkan hasil, pada karakteristik berdasarkan usia tertinggi <60 tahun sebanyak 27 pasien(58,7%), jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan 29 pasien(54,3%), tekanan darah 140-159/90-99 sebanyak 25 pasien(54,3%) dan tekanan darah ≥160/100 sebanyak 21 pasien(45,6%), dan penyakit penyerta 16 pasien(34,8%). Untuk pola penggunaan berdasarkan usia dan tekanan darah, untuk usia <60 tahun tekanan darah 140-159/90-99 penggunaan obat tertinggi yaitu Amlodipine 5 mg sebanyak 7 pasien(15,2%) sedangkan untuk usia ≥60 tahun penggunaan obat tertinggi yaitu Amlodipine 10 mg sebanyak 8 pasien(17,4%). Pada tekanan darah ≥160/100 dengan usia <60 tahun penggunaan obat tertinggi yaitu Amlodpine 10 mg sebanyak 12 pasien(26,1%) sedangkan untuk usia ≥60 tahun penggunaan obat tertinggi yaitu Amlodipine 10 mg sebanyak 4 pasien(8,7%). Pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta yang diderita yaitu Diabetes Melitus. Pada pola penggunaan obat berdasarkan usia dan tekanan darah 140-159/90-99 sesuai dengan Pedoman Pelayanan Kefarmasian.

Downloads

Published

30-06-2022

How to Cite

POLA PERESEPAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI KLINIK X. (2022). Jurnal Ilmiah Kesehatan Institut Medika Drg. Suherman, 4(01), 41-47. https://publikasi.medikasuherman.ac.id/index.php/jikimds/article/view/128