EFEKTIFITAS INHALASI UAP MINYAK KAYU PUTIH & FISIOTERAPI DADA UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN LANSIA DENGAN PENYAKIT PPOK

Authors

  • Annisa Deasy Wulandari Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Author
  • Ema Waliyanti Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Author

Keywords:

Inhalasi, Minyak kayu putih, fisioterapi dada, batuk efektif, PPOK

Abstract

Latar Belakang: Pasien Penyakit Paru Obstructive Kronis (PPOK) seringkali mengeluh batuk yang disertai atau tanpa produksi sputum, sesak nafas, keterbatasan aktivitas, serta ditandai dengan adanya peningkatan gejala pernapasan yang disebut eksaserbasi sehingga memerlukan terapi khusus. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek buruk dari penyakit PPOK dengan melakukan intervensi terapeutik berupa inhalasi dengan bahan dan cara yang sederhana, fisioterapi dada, dan batuk efektif.  Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian terapi inhalasi menggunakan minyak kayu putih disertai dengan fisioterapi dada dan batuk efektif pada lansia dengan penyakit PPOK. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu case report menggunakan metode asuhan keperawatan gerontik selama 6 hari. Setelah pengkajian dan menentukan prioritas asuhan keperawatam peneliti melakukan implementasi dengan menyiapkan terapi inhalasi uap minyak kayu putih menggunakan air panas 42oC – 44oC yang mengeluarkan uap kemudian diberikan tetesan minyak kayu putih (4-5 tetes dalam 250-300 ml air) sampai mengeluarkan bau segar. Pasien dianjurkan untuk menghirup uap tersebut selama 15 menit serta menyarankan untuk menutup mata dan merilekskan tubuh. Setelah melakukan terapi inhalasi menggunakan minyak kayu putih, dilakukan fisioterapi dada sesuai prosedur dengan durasi ± 5-10 menit kemudian pasien diajarkan untuk melakukan batuk efektif.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bersihan jalan nafas pasien mengalami perbaikan yang ditunjukkan dengan produksi sputumnya berkurang dari 3 cc menjadi 1,8 cc, pola nafas pasien menurun dari 30 x/menit menjadi 24x/menit, bunyi ronchi berkurang dan suara nafas pasien menjadi vesikuler, saturasi oksigen pasien membaik. Kesimpulan: Terapi inhalasi menggunakan minyak kayu putih disertai dengan fisioterapi dada dan batuk efektif terbukti efektif dalam menangani masalah bersihan jalan nafas pada pasien lansia dengan PPOK sehingga dapat diterapkan secara mandiri oleh lansia. 

   

Author Biographies

  • Annisa Deasy Wulandari, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

     

     
  • Ema Waliyanti, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

     

     

Downloads

Published

28-12-2023

How to Cite

EFEKTIFITAS INHALASI UAP MINYAK KAYU PUTIH & FISIOTERAPI DADA UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN LANSIA DENGAN PENYAKIT PPOK . (2023). Jurnal Ilmiah Kesehatan Institut Medika Drg. Suherman, 5(02), 25-33. https://publikasi.medikasuherman.ac.id/index.php/jikimds/article/view/236