PELATIHAN PEMANFAATAN BUMBU DAPUR SEBAGAI MINUMAN HERBAL ANTI COVID-19
Keywords:
Pelatihan, bumbu dapur, minuman herbal, COVID-19, imunitasAbstract
Pandemi COVID-19 mendorong masyarakat untuk mencari alternatif dalam meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya melalui konsumsi minuman herbal berbahan dasar rempah-rempah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bumbu dapur sebagai minuman herbal yang berpotensi meningkatkan imunitas. Pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan praktik langsung dalam pembuatan minuman herbal dari bahan alami seperti jahe, kunyit, sereh, dan temulawak. Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia yang diberikan edukasi mengenai manfaat masing-masing bahan, cara pengolahan yang tepat, serta metode penyajian yang efektif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dalam mempelajari cara membuat minuman herbal dan menyatakan bahwa metode yang diajarkan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta juga mengakui adanya peningkatan pengetahuan terkait manfaat bumbu dapur bagi kesehatan, terutama dalam mendukung sistem imun. Pelatihan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik langsung merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat bahan alami sebagai alternatif kesehatan. Diharapkan pelatihan ini dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan konsumsi minuman herbal secara rutin sebagai langkah preventif terhadap penyakit.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.

