EDUKASI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PISANG AMBON SEBAGAI ANTI INFLAMASI
Keywords:
Daun Pisang Ambon, InflamasiAbstract
Daun Pisang Ambon merupakan tanaman pilihan yang memiliki khasiat sebagai obat, dengan perawatan yang mudah serta biaya yang relatif terjangkau. Tanaman ini menjadi alternatif obat keluarga yang aman karena jarang menimbulkan efek samping, mudah diolah, dan dapat dikonsumsi sebagai pertolongan pertama dalam mengatasi penyakit ringan seperti demam, batuk, atau untuk menjaga stamina tubuh. Oleh karena itu, keberadaan daun pisang ambon di sekitar rumah menjadi sangat penting. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun pisang ambon sebagai alternatif pengobatan mandiri, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat RW 21 Desa Pasirgombong mengenai penyakit inflamasi yang dapat diatasi dengan tanaman ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, serta pembagian bibit pohon pisang ambon untuk ditanam. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga di RW 21 Desa Pasirgombong. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan motivasi ibu-ibu rumah tangga untuk lebih memanfaatkan tanaman Daun Pisang Ambon sebagai obat alami. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang artritis serta bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri akibat kondisi tersebut.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.

