PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAN ALAM UNTUK ANTI INFLAMASI PADA MULUT
Keywords:
Anti inflamasi, Tanaman Obat, PengetahuanAbstract
Peradangan adalah respons pertahanan tubuh terhadap berbagai rangsangan. Tanda-tanda peradangan meliputi kemerahan (rubor), panas (kalor), bengkak (tumor), nyeri (dolor), dan hilangnya fungsi (fungsi laesa) (Soenarto, 2014). Obat antiinflamasi biasanya adalah golongan NSAID yang dapat menyebabkan efek samping seperti sakit maag, mual, dan muntah. Saat ini, banyak orang cenderung memilih pengobatan tradisional menggunakan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat. Beberapa tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antiinflamasi belum banyak dikenal oleh masyarakat. Kecamata Cikarang Utara, sebuah daerah di Kabupaten Bekasi, memiliki lahan perkebunan dan pekarangan yang cocok untuk menanam tanaman obat. Kecamatan ini memiliki populasi milenial yang besar yang sering melakukan aktivitas fisik yang dapat memicu peradangan. Universitas Medika Suherman, sebagai bagian dari Pemerintah Kota Bekasi, melalui program pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan tentang tanaman obat antiinflamasi dan pembagian buku saku mengenai tanaman obat antiinflamasi kepada 20 anggota karang taruna. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Nilai pre-test dan post-test dianalisis secara statistik menggunakan analisis t-Test: Paired Two Samples for Means dengan signifikansi sebesar 0,05. Hasil evaluasi menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, yang berarti ada peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanaman obat antiinflamasi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.

