PELATIHAN PEMBUATAN REBUSAN DAUN SIRIH UNTUK MENCEGAH KEPUTIHAN PADA KADER KESEHATAN DI DESA KARANGSARI KABUPATEN BEKASI
Keywords:
Daun Sirih, Keputihan, Kader Kesehatan, Pelatihan, HerbalAbstract
Keputihan (fluor albus) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami wanita usia subur di Indonesia. Penggunaan tanaman herbal seperti daun sirih (Piper betle L.) sebagai alternatif pencegahan keputihan secara tradisional telah dikenal luas di masyarakat namun belum diterapkan secara tepat dan ilmiah oleh kader kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan Desa Karangsari Kabupaten Bekasi dalam pembuatan rebusan daun sirih sebagai upaya pencegahan keputihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi langsung, dan pelatihan praktik pembuatan rebusan daun sirih. Peserta berjumlah 30 kader kesehatan yang dipilih secara purposive. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pengamatan keterampilan praktik. Terdapat peningkatan pengetahuan kader yang signifikan dari rata-rata skor 52,3 (pre-test) menjadi 84,7 (post-test). Sebanyak 90% peserta mampu mempraktikkan pembuatan rebusan daun sirih dengan benar sesuai standar yang diajarkan. Pelatihan pembuatan rebusan daun sirih efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pencegahan keputihan secara herbal. Diharapkan kader dapat meneruskan pengetahuan ini kepada masyarakat di lingkungannya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Abdimas Medika Suherman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.

