IMPLEMENTASI CLINICAL PATHWAY TUBERKULOSIS PARU BERDASARKAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT KECAMATAN CIKARANG UTARA
Keywords:
Jalur Klinis, Rumah Sakit, Pasien, Tuberkulosis, PelayananAbstract
Rumah sakit harus memiliki alat untuk mengendalikan mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien agar pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dapat terintegrasi dan dapat mengurangi risiko dalam proses pelayanan klinis. Salah satu alat untuk mengendalikan mutu pelayanan adalah clinical pathway. Berdasarkan lima kriteria dalam pengisian clinical pathway kasus tuberkulosis paru pada penelitian ini meliputi pemeriksaan awal, pemeriksaan lanjutan, penatalaksanaan, evaluasi, dan validasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien tuberkulosis paru periode April - Juni 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional secara retrospektif yang diambil dari penelusuran dokumen rekam medik. Pengambilan data pada periode April - Juni 2023 pada pasien tuberkulosis paru dengan hasil disajikan secara deskriptif dan analitik. Review pemeriksaan awal sudah terlaksanan sesuai dengan clinical pathway dengan hasil yang didapat untuk rata-rata terlaksana sebanyak 66 berkas (78%) dan rata-rata yang tidak dilaksanakaan dengan keterangan yaitu 21 berkas (26%). Review pemeriksaan lanjutkan sudah terlaksanan dengan hasil yang didapat sebanyak 79 berkas (94%), dan rata-rata yang tidak dilaksanakan dengan keterangan yaitu 6 berkas (7%). Review penatalaksanaan sesuai dengan clinical pathway dengan hasil yang didapat untuk rata-rata terlaksanan sebanyak 77 berkas (89%) dan rata-rata yang tidak dilaksanakan dengan keterangan yaitu 9 berkas (10%). Review evaluasi sudah terlaksanan sesuai dengan clinical pathway dengan hasil yang didapat untuk rata-rata terlaksana 81 berkas (96%) dan rata-rata yang tidak dilaksanakan dengan keterangan yaitu 5 berkas (6%). Review autentikasi sudah terlaksana sesuai dengan clinical pathway dengan hasil yang didapat untuk rata-rata terlaksana dengan keterangan yaitu 57 berkas (66%) dan yang tidak terlaksana 28 berkas (33%). Pelaksanan awal review yang dilakukan sebanyak 66 berkas (78%), rata-rata pemeriksaan tindak lanjutan review yang dilakukan sebanyak 79 berkas (94%), rata-rata review evaluasi sebanyak 81 berkas (96%) dan rata-rata dan rata-rata autentikasi review sebanyak 57 berkas (66%).

