MONITORING PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PASIEN HEMODIASLISIS DI RUMAH SAKIT X
Keywords:
Monitoring, Hemodialisa, Gagal ginjal kronikAbstract
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit intervensional, artinya pasien hanya mempertahankan fungsi ginjal yang sudah ada dan penyakit ini bersifat irreversible artinya tidak dapat kembali normal. Dengan demikian, gagal ginjal kronis sangat erat kaitannya dengan proses pengobatan yang rasional dan pola hidup sehat. Oleh karena itu, perlu dikaji pola monitoring dan evaluasi penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit X . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya hidup pasien gagal ginjal kronik yang kedua, untuk mengetahui pengaruh gaya hidup pasien gagal ginjal kronik terhadap perbaikan fungsi ginjal selanjutnya. Untuk menentukan penggunaan obat yang di Rumah Sakit X menggunakan empat aspek yaitu obat yang tepat, pasien yang tepat, indikasi yang tepat dan dosis terakhir yang tepat untuk melihat dan mengetahui sebaran penyakit gagal ginjal kronik terhadap karakteristik pasien berupa umur, jenis kelamin, penyakit. komplikasi, keluhan dan stadium pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit X. Pemantauan gaya hidup dilakukan pada di ruang hemodialisis dengan menggunakan sampel kuesioner yang diambil sebanyak 30 responden dengan menggunakan metode deskriptif. Kemudian, evaluasi penggunaan obat diambil dari data rekam medis pasien gagal ginjal kronik dengan metode retrospektif. Sampel berjumlah 30 pasien sesuai kriteria inklusi penelitian. Pola hidup penderita gagal ginjal kronik sudah sesuai dengan ketentuan, dan terdapat hubungan antara gaya hidup penderita gagal ginjal kronik terhadap perbaikan fungsi ginjal yang indikatornya adalah tekanan darah, hemoglobin, ureum dan kreatinin. Data evaluasi penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik ditinjau dari empat aspek antara lain (100% tepat pasien), (43,33% tepat obat), (83,33 tempat indikasi), (80% tepat dosis). karakteristik pasien berupa usia paling banyak 46-55 tahun, jenis kelamin dominan adalah Laki-Laki, komplikasi penyakit yaitu hipertensi kemudian urut diabetes.

