PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE-2 SINDROM PANAS LAMBUNG
DOI:
https://doi.org/10.59981/k4rfv779Keywords:
diabetes, xiāo kĕ, gula darah, tuina, sindrom panas lambungAbstract
Penyakit Diabetes ini merupakan pintu masuk bagi penyakit- penyakit lainnya seperti stroke, penyakit jantung, infeksi kaki, kerusakan kulit atau gangrene yang dapat mengakibatkan amputasi, gagal ginjal dan bahkan disfungsi seksual sekalipun. Terapi Tuina merupakan pilihan pengobatan yang aman dan efektif untuk neuropati perifer diabetik. Terapi Tuina menunjukkan perbaikan dibandingkan pengobatan rutin, yang menunjukkan manfaat dalam meredakan gejala secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas lambung. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 20-30 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Kadar gula darah berkisar antara 131–163 mg/dL sebelum dilakukan intervensi tuina. Setelah dilakukan intervensi terdapat perbedaan kadar gula antara 120-149 mg/dl. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh hasil terapi akupuntur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2 (xiāo kĕ) dengan sindrom panas lambung dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas lambung dengan angka penurunan kadar gula darah sebelum intervensi dengan rata-rata 145 mg/dl dan setelah intervensi rata-rata 131.30 dengan perbedaan penurunan sebesar 14.00 mg/dl (9.6%).
Downloads
References
Arania Resti, Triwahyuni Tusy, Esfandiari Firhat, Nugraha Fidel Rama. (2021). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, Volume 5, Nomor 5, September 2021. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/medika/article/download/4200/pdf.
Farisita, D. H., Khomsan, A., Ekayanti, I., Dewi, M., & Ekawidyani, K. R. (2021). Nutrition Interventions for Improving Nutritional Status of Toddlers in Cirebon Regency Indonesia. Indian Journal of Public Health Research & Development, 12(3), 339–346. https://doi.org/10.37506/ijphrd.v12i3.16083
Holilah. Tita Hartati, Agustina Marisca, Koto Yeni. (2025). Pengaruh Terapi Akupunktur Terhadap Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Poli Non Infeksius Puskesmas Cimpaeun. Indonesia Scholar Journal Of Health Science Vol. 1 No. 1 (2025) 1 Mei 2025. https://cipoaj.com/index.php/isjhs/article/view/4
Maciocia, Geovanni. (2022). Maciocia’s The Practice Of Chinese Medicine, Third Edition. USA: Elsevier.
Manik Maretty Erwanta Taulina, Asti Yunia Rindarwati, Dika Pramita Destiani. (2022). Article Review: Efek Terapetik Akupuntur Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus Tipe-2. Farmaka Vol. 20, No. 2 (2022). https://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/38800. https://doi.org/10.24198/farmaka.v20i2.38800
Nofi Susanti, Della Dwi Syahpira, Supangge Tiara Aulia, Arya Rahman Syahmala (2024). Hubungan Usia Pada Kejadian Diabetes Mellitus Tipe-2 Dengan Pendekatan Stepwise. Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5, No. 2, Juni 2024. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/download/28312/20682
Open Data Jabar. (2025). Open Data Jawa Barat. https://opendata.jabarprov.go.id/id
Reksi Umbu Remu Samapati, Ronasari Mahaji Putri, Hilda Mazarina Devi. (2023) Perbedaan Kadar Gula Darah Berdasarkan Jenis Kelamin dan Status Gizi (IMT) Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi (JABJ), September 2023,12 (2): 417-425. http://jab.stikba.ac.id/index.php/jab. DOI : 10.36565/jab.v12i2.699
Rismayanti, I. D. A., Sundayana, I. M., Ariana, P. A., & Heri, M. (2021). Edukasi Diabetes terhadap Penurunan Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Journal of Telenursing (JOTING), 3(1), 110–116. https://doi.org/10.31539/joting.v3i1.2111
Rokom (2021, November 15). Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Bantu Kontrol Gula Darah Pada Penderita Diabetes. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20211115/3438859/pola-hidup-sehat-dan-deteksi-dini-bantu-kontrol-gula-darah-pada-penderita- diabetes/
Suhita, B. M. (2021). Pengaruh Aktivitas Fisik Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan, 98-102. https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/370.
Venita Syavera, Muhamad Syazali (2024). Peta Risiko Diabetes Melitus di Jawa Barat Tahun 2019-2023 dengan Pemodelan Spatio-Temporal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): November 2024. DOI: https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v3i4.3296
Yelini Fan Hardi. (2022). Efektifitas Terapi Tuina Chuzhen Meditatif, Akupuntur Dan Terapi Makanan Tcm Terhadap Diabetes Gestasional. Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol. 4, 2 Oktober 2022, Hal. 93-99. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user= dQ1nf7MAAAAJ&citation_for_view=dQ1nf7MAAAAJ:roLk4NBRz8UC
Wong, M.Ferry. (2023). Hipnopresus (Kombinasi Hipnosis Dan Akupresur. Jkt :Penebar Plus.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami, setuju dengan syarat-syarat berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.



